Sunday, 2 December 2012

Literary Fiction

Bagaimana kita sebenarnya bisa untuk menulis suatu bingkisan sastera yang punya nilai kepada sang pembaca. Bagaimana sebenarnya suatu "literary fiction" itu ditulis. Apakah ianya cuma suatu gumpalan ilusi yang cetek, atau dikapit realiti yang perkadarannya cukup seimbang. Menarik di mata, dan tiada bosan untuk ditekuni. Bagaimana bisa novelis terkemuka dunia, duduk sehari-hari melakukan barang tiada yang lain, melainkan membaca dan menulis. Bagaimana mereka bisa sekali meneroka fantasia dan realiti, dan harus terus menggabungkan keduanya dengan tepat sekali. 

Sungguh, pada fikiranku, aku mulai berminat untuk membaca lebih banyak novel-novel "literary fiction" sebegini. Terus rasa hanyut dalam mimpi, seakan realiti ini tiada hidup lagi. Menakjubkan.

No comments:

Post a Comment