Tuesday, 9 October 2012

Kertas

Sekeping kertas, dikeronyok telah,
sebatang pena, dinukil sajak,
sekeping hati, berkecamuk entah,
sekujur badan, terlerai terserak,

Setelah tiada segala suasana,
arakian suria menempuh senja,
larut kian pria berkelana,
entahlah kerana itu mengapa.

Saat pujangga lantas bermadah,
seantara rona lantas gelisah,
alangkah mimpi seindah buana,
alangkah ini bukan pancaroba.

Terkadang kepingin untuk ketawa,
terkadang tertangis dalam duka,
terkadang senyum dalam gulana,
terkadang harap bukan hanya.

Nukilan tiada untuk sesiapa,
bukan untuk menagih cuma,
hanya ingin meluah rasa,
sekelumat hati pinta bicara.

- Nazri Awang, 9 October 2012, Desa Pandan.

1 comment: