Saturday, 2 April 2011

Refleksi

Ada mereka berkata kebencian dan kesukaan itu kadang-kali tipis sekali dinding perbedaannya. Tambah mereka lagi, amat mungkin sekali jikalau apa jua yang kita sukai itu tidaklah bermanfaat pada pokoknya, mungkin sekadar picisan, buat pojokan gelak ketawa. Namun, hanya tuhan itu yang mengetahui selok-belok sifat, peranan dan naluri seantaro manusia pada tahap yang paling sempurna. Bila dipandang dari kaca sisi seorang hamba manusia yang cetek akal pikirannya, diri sendiri mungkin adalah cerminan terbaik yang bisa dimiliki. Cerminan daripada insan yang lain, mungkin tidak selalunya ada, kadangkala kurang kejujurannya hanya demi untuk menjaga erti sebuah persahabatan, kononnya. Mungkinkah benar, mungkinkah tidak? Masih berlakuan seperti ketam mengajar anaknya berjalan lurus? Pandanglah, dan tenunglah cermin di jendela mahupun di jalanan, nescaya aku melihat daku sendiri yang membohongi diriku, sungguh polos namun lurus bendul seakan kayu papan.

Lewat tengahari hari semalam, aku terus lagi kepergian ke surau seperti biasa untuk solat jumaat. Aku mendengar khutbah daripada Brother Harith dengan sepenuh khusyuk. Inilah antara sesuatu yang aku tunggu-tunggu setiap minggu. Peringatan yang sungguh mengesani hati yang selalunya dayus mencabar daya akal dan minda yang berpaksikan rasional. Khutbahnya begitu jelas, dalam nada yang sangat mengengsot perasaan, menarik seluruh jiwa yang pada waktu lain-lainnya selalu sekali lalai dan alpa.

Tuhan, aku mensyukuri segalanya yang Engkau kurniakan. Berikanlah aku kekuatan dan kecekalan hati untuk menghadapi semua ini. Aku butuh perhatian daripada-Mu, Ya Allah.

If Allah helps you, none can overcome you: if He forsakes you, who is there after that that can help you? In Allah, then, let believers put their trust.
3:160 

No comments:

Post a Comment